Kamis, 24 Maret 2011

teknologi akuakultur


Sistem dan teknologi yang digunakan pada budidaya perairan telah berkembang pesat sejak 50 tahun terakhir. Perkembangan ini dimulai dari modifikasi fasilitas yang sangat umum seperti kolam untuk memenuhi kebutuhan lokal di daerah tropis dan penerapan system dan teknologi tinggi untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Teknologi yang digunakan sebagian besar sangat sederhana dengan sedikit sentuhan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan ikan, mempertahankan kelangsungan hidup, efisiensi penggunaan pakan, antisipasi penyakit dan penyebaran penyakit, mempertahankan kondisi kualitas air dan manghalau predator yang dapat menggagu ikan yang dipelihara. Sistem sederhana pada kolam air tawar untuk meningkatkan produksi ikan herbivore dan ikan penyaring pakan yang merupakan sebagian dari produksi perikanann budidaya global.

Pemahaman yang benar tentang interaksi antara spesies, bakteri dan nutrisi serta pengetahuan mengenai kemajuan hidrodinamik dan konstruksi tambak/kolam memberi kesempatan pengembangan akuakultur system tertutup. Banyak keuntungan dengan mengisolasi system budidaya dari perairan alami seperti meminimalkan resiko penyebaran penyakit dan dampak genetik pada perairan umum.
Aplikasi rekayasa teknologi ditambak, beberapa diantaranya diadaptasi dari konstruksi rig minyak lepas pantai, kemungkinan peningkatan progressif akuakultur lepas pantai dengan menggunakan system jaring apung. Restoking dilakukan untuk meningkatkan panen dengan melepas benih ikan ke perairan umum namun membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai ukuran konsumsi .

Pemilihan system budidaya dan teknologi ditentukan oleh beberapa faktor seperti
1. pengembangan tujuan / sasaran dan penerima manfaat
2. penerimaan / Pemasaran spesies budidaya
3. ketersediaan dan tingkat teknologi
4. ketersediaan sarana produksi dan fasilitas pendukungan
5. investasi
6. pertimbangan lingkungan

0 komentar:

Poskan Komentar